Bismillahirrohmanirrohim

Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh
Tampilkan postingan dengan label humor batak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor batak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Maret 2013

Humor Daerah Sumatra

Humor Daerah Sumatra
Category: Humor Batak
Tidak bermaksud untuk menghina satu suku
tertentu...just joke..Horas...
Pada jaman dahulu kala, hiduplah serorang
pendekar wanita, Butet namanya. Sebelum
lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh
ujian Nasution. Agar bisa berkonsentrasi, dia
memutuskan untuk menyepi ke gunung dan
berlatih.
Saat di perjalanan, Butet merasa lapar
sehingga memutuskan untuk mampir di
Pasaribu setempat.
Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton
sabung ayam sambil Toruan, langsung
Hutasoit-soit melihat Butet yang seksi dan
Hotma itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan
Sitorus memasuki rumah makan tanpa
menanggapi, meskipun sebagai perempuan
yang ramah tapi ia tak gampang Hutagaol
dengan sembarang orang.
Naibaho ikan gurame yang dibakar Sitanggang
dengan Batubara membutanya semakin
berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan
Nababan yang hijau segar. Setelah mengisi
perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata
jalan ke sana berbukit-bukit. Kadang
Nainggolan, kadang Manurung. Di tepi jalan
dilihatnya banyak Pohan, kebanyakan Pohan
Tanjung. Beberapa diantaranya ada yang
Simatupang diterjang badai semalam.
Begitu sampai di atas gunung, Butet berujar
"Wow, Siregar sekali hawanya"
katanya, berbeda dengan kampungnya yang
Pangabean. Hembusan Perangin-angin pun
sepoi-sepoi menyejukkan, sambil diiringi Riama
musik dari mulutnya. Sejauh Simarmata
memandang warna hijau semuanya.
Tidak ada tanah yang Girsang, semuanya
Singarimbun. Tampak di seberang, lautan ikan
Lumban-lumban. Terbawa suasana, mulanya
Butet ingin berenang. Tetapi yang
diketemukannya hanyalah bekas kolam Siringo-
ringo yang akan di Hutahuruk dengan
Tambunan tanah. Akhirnya dia memutuskan
untuk berjalan-jalan di pinggir hutan saja, yang
suasananya asri, meskipun nggak ada Tiurma
memlambai kayak di pantai.
Sedang asik-asiknya memnikmati keindahan
alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh ular yang
sangat besar. "Sinaga!" teriaknya ketakutan
sambil lari Sitanggang-langgang. Celakanya,
dia malah terpeleset dari Tobing sehingga
bibirnya Sihombing. Karuan Butet menangis
Marpaung-paung lantaran kesakitan. Tetapi dia
lantas ingat, bahwa sebagai pendekar pantang
untuk menangis. Dia harus Togar. Maka, dengan
menguat-nguatkan diri, dia pergi ke tabib
setempat untuk melakukan pengobatan.
Tabib tergopohg-gopoh Simangunsong di pintu
untuk menolongnya. Tabib bilang, bibirnya
harus di-Panjaitan.
"Hm, biayanya Pangaribuan" kata sang tabib
setelah memeriksa sejenak.
"itu terlalu mahal. Bagaimana kalau Napitupulu
saja?" tawar si Butet.
"Napitupulu terlalu murah. Pandapotan saya
kan kecil".
"Jangan begitulah. Masa' tidak Siahaan melihat
bibir saya Sihombing begini? Apa saya mesti
Sihotang, bayar belakangan? Nggak mau kan?"
"Baiklah, tapi pakai jarum Sitompul saja" sahut
sang mantri agak kesel. "Cepatlah! Aku sudah
hampir Munthe. Saragih sedikit nggak apa-
apalah".
Malamnya, ketika sedang asik-asiknya berlatih
sambil makan kue Lubis kegemarannya, sayup-
sayup dia mendengar lolongan Rajagukguk. Dia
Bonar-bonar ketakutan. Apalagi ketika
mendengar suara disemak-semak tiba-tiba
berbunyi "Poltak!" keras sekali.
"Ada Sitomorang?" tanya Butet sambil
memegang tongkat seperti stik Gultom erat-
erat untuk menghadapi Sagala kemungkinan
Terdengar suara pelan, "Situmeang". "Sialan,
cuma kucing." desahnya lega. Padahal dia
sudah sempat berpikir yang Silaen-laen. Selesai
berlatih, Butet pun istirahat. Terkenang dia
akan kisah orang tentang Hutabarat di bawah
Tobing pada jaman dulu dimana ada Simamora,
gajah Purba yang berbulu lebat. Keesok harinya,
Butet kembali ke Pandapotan silatnya. Di depan
ruangan ujian dia membaca tulisan: "Harahap
tenang! Ada ujian.
"Wah telat, emang udah jam Silaban sih". Maka
Siboru-boru dia masuk ke ruangan sambil
bernyanyi-nyanyi. Di-Tigor-lah dia sama
gurunya "Butet, kau jangan ribut!, bikin kacau
konsentrasi temanmu!"
Butet, tanpa Malau-malau langsung Sijabat
tangan gurunya, "Nggak Pakpahan guru, sekali-
sekali?!"
Akhirnya, luluslah Butet dan menjadi orang
yang disegani karena mengikuti wejengan guru
Pandapotan silatnya untuk selalu,
"Simanjuntak gentar, Sinambela yang benar!"
Sent by: e-ketawa

Manuhor Pulsa

Manuhor Pulsa
Category: Humor Batak
Adong ma sada ama-ama sian huta pardomuan,
sukses besar dalam bisnis durianna. Panen na
sukses hampir mencapai omzet 10 juta dalam 1
bulan. Alani lumayan do untung na, gabe
kepingin ma amanta i laho mar handphone
sebagaimana nadi nipi-ipihon salelengon.
Laho ma amatta i tu sada toko handphone di
bilangan segitiga emas Sidikalang, alias jalan
Sisingamangaraja. Songonon ma kira-kira
pembicaraan antara amanta i dohot par toko
handphone on:
A : "Ai laho manuhor handphone au lae, na
songon dia do na pas di natua-tua songon au.
Argana hira-hira 1 tu 2 juta. Ai nasai do pe
adong hepengku."
TH : "Ohh... adong amang, type na NOKIA 3260,
balga-balga do tombol na, dang susa amang
molo lau mamiccit nomorna. On ma contoh na
amang. Argana holan 1,5 juta do."
A : "Boi .. boi ma i. Baen ma dohot nomor na
sekalian. Pasang ma sekaligus, dang hupaboto-
boto mamasang i, sekalian ma dohot pulsana."
TH: "Boi amang, on ma nomor na, pillit hamu
ma. Molo pulsana, na sadia ma ta baen amang,
adong 25 ribu, 50 ribu dohot 100 ribu."
A : "Ai hamu ma mamillit nomor nai, baen ma
nomor na bagak. Molo pulsanai si 100 ribu ma
baen."
TH : "Boi amang, alai sebelum hupillit no nai, ai
didia do halak amang tinggal?"
A : "Di pardomuan, jonok do tu tigalingga"
TH : "Ohh... alai hurasa amang, dang adong
dope sahat jaringan tu Pardomuan."
A : "Ima... ima .. nga boi i . Baen ma 100 ribu
dohot jaringan na i, bila porlu 200 ribu pe boi,
asa unang mulak-ulak iba tu Sidikkalang on."
TH : "???!!??"
Sent by: e-ketawa

Orang Batak Menyetop Taksi

Orang Batak Menyetop Taksi
Category: Humor Batak
Suatu hari, ada orang Batak yang sedang
berwisata di kota Jakarta dan ia bermarga
Manalu, saat menunggu taksi yang lewat iapun
duduk untuk beristirahat.
Saat itu ia melihat ada taksi tak berpenumpang
yang kebetulan lewat maka segera iapun
menyetop taksi itu, dan saat diberhentikan sang
supir taksi bertanya kepada si Batak ini. "Mana
lu?" tanyanya sambil mengintip dari jendela
(maksudnya kamu mau ke mana?), si Batak ini
kaget dan bergumam "Bah, hebat kali supir
taksi di Jakarta ini? Belum apa-apa sudah tahu
namaku."
Lalu ia bertanya lagi pada si supir taksi ini "Hei
kau, kau paranormal ya?" Lalu supir taksi ini
menjawab sambil nyeleneh dan pergi "Sinting."
Si Batak ini bergumam lagi "Bah, lebih hebat
lagi supir taksi ini, dia tahu kemana tujuanku.
Aku kan mau pergi ke rumah temanku si
Ginting." Karena dari 5 taksi yang ia
berhentikan mengatakan hal yang sama saja, si
Batak ini frustasi dan akhirnya memutuskan
untuk naik metro mini saja daripada repot-repot
cari taksi.
Di dalam metro mini ia berkata dalam hati
"Supir-supir taksi di Jakarta ini paranormal
semua kelihatannya tetapi aneh, kok mereka
tak mau kutumpangi ya? Padahal uangku
cukup."
Sent by: Joshua Nathaniel

Lebaran vs Sempitan

Lebaran vs Sempitan
Category: Humor Batak
Ini cerita tentang orang Batak yang sedang
pergi ke RLD (sebut saja Kramtung alias Kramat
Tunggak atawa Bongkaran juga boleh), kejadian
ini kebetulan pas bulan puasa menjelang
lebaran. Kebetulan lagi, si Batak satu ini lagi
bokek, sehingga terjadi tawar menawar yang
cukup alot, akhirnya dicapai kesepakatan dan si
Batak mendapatkan discount hampir 40 % dari
harga normal.
Setelah menyelesaikan tugasnya termasuk
memberikan bayaran yang telah disepakati, si
cewek memberanikan diri minta tambahan,
mas ... tambah dong .... lebaran nih. Si Batak
spontan menjawab (dengan aksen Batak
tentunya): lebaran kau bilang ... yang sempitan
saza tak kutambah.
Sent by: eKetawa

Tomas vs Tobing

Tomas vs Tobing
Category: Humor Batak
Ada seorang Batak bermarga Tobing, dapat
tugas dua minggu ke Jakarta. Pada dasarnya si
Batak ini orang baik, no alcohol, no drugs, no
womanizing, pokoknya NO untuk yang negatif-
negatif. Teman-temannya sering mengajak si
Batak ini untuk looking for good place and good
time (pinjam istilah populer supir-supir taksi di
Manila), tapi dia tidak pernah mau. Namun ,
setelah seminggu di Jakarta dan tidak pernah
ketemu sang istri tercinta akhirnya dia berhasil
diajak teman-temannya ke salah satu RLD (red
light district) di Jakarta.
Di tempat tersebut dia mendapat partner
mojang Solo yang lembut dan cantik, dasar
Batak yang suka sradak-sruduk, dalam 'making
love' juga sradak-sruduk. Awalnya si cewek
berusaha memberikan sevice yang terbaik,
namun lama-lama karena merasa risih, si cewek
bilang dengan lembut, pelan-pelan toh mas.
Tapi si Batak tidak perduli dan tetap aja sradak-
sruduk, si cewek bilang lagi pelan-pelan toh
mas, sampai beberapa kali. Akhirnya si Batak
menyahut (dengan aksen Batak tentunya) ...
Tomas lagi ... Tomas lagi kau bilang, aku bukan
Tomas (toh mas) ..... Tobing-nya aku. Si Batak
terus menuaikan tugasnya ..... tetap saja
sradak-sruduk.
Sent by: eKetawa

Kuliah Minta Motor

Kuliah Minta Motor
Category: Humor Batak
Ada anak dr Sipiongot kuliah di ITB, suatu saat
dia ngirim sms ke bapaknya dikampung Medan:
"Pak,semua kawan-kawanku ke kampus naik
Kijang, Kuda, Phanter, Jaguar dan Tiger,
kirimlah dulu uang biar ku beli macam
gitu,kepinginnya aku Pak.."
Balas bapaknya : "Kek mana lah kubikin nak,
gak ada uang bapak untuk beli macam gitu,
kalau gak gini ajalah, Kebetulan bapak kan baru
beli babi dikampung, naik babi ajalah kau ke ke
kampus ya nak..."
Sent by: e-ketawa

Jumat, 29 Maret 2013

Lanjutan TOMAS Vs Tobing

Lanjutan TOMAS Vs Tobing
Category: Humor Batak
Ternyata si batak ini memang galak dan
beringas. Jotosan barangnyapun memang
aduhai. Ini mebuat perempuan Solo tadi
semakin ketagihan. Dengan logat Jawanya yang
medok si perempuan nagih ke Tomas..maleh
mas (lagi mas)...maleh mas. Apa?? geram si
Tomas. "Maleh mas.. maleh mas... maleh mas.."
ulang si perempuan tambah keenakan.. Tapi..
dasar si Tomas yang nggak pernah ngerti
bahasa Jawa malah menjawab dengan penuh
emosi.. Lemas..! Lemas.. kau bilang? Apa lemas-
lemas! Ini lihat ..(sambil menunjuk ke
barangnya).. Buka matamu.. Tidak kau lihat ini
tegak seperti monas???
Sent by: mhz-Pittsburgh

Indonesia Lebih Canggih

Indonesia Lebih Canggih
Category: Humor Batak
Seorang bapak dari pulau Samosir (Tapanuli
Utara), walau hanya seorang petani miskin
didesanya, berhasil menyeberangkan putranya
'Ucok' sehingga tamat dari satu perguruan
tinggi terkemuka di Jakarta. Setelah berhasil
meraih gelar insinyur Ucok bekerja di satu
perusahaan swasta di Jakarta.
Setahun kemudian atas sponsor perusahaan
Ucok mendapat tugas belajar di Negeri Sakura.
Sepulang dari Jepang, Ucok mengambil cuti
bermaksud menemui orangtuanya di kampung.
Si bapak sangat berbangga hati, Ucok putranya,
telah menjadi 'orang'. Oleh si bapak semua
keluarga dekat diundang untuk makan malam
bersama; ingin memperlihatkan rasa "besar
hatinya' pada semua sanak keluarga. Sambil
makan si bapak bertanya pada Ucok sekalian
ingin memberitau pada sanak keluarga atas
keberhasilannya menyekolahkan Ucok. Si bapak
bertanya dengan logat Bataknya yang khas.
Bpk. :"Ucok, selama ini kau sekolah dan
sekarang sudah menjadi insinyur dan telah pula
pergi ke negeri Zepaang, coba kau ceritakan
pada kami-kami ini apa-apa sazzaa yang kau
lihat di Zepang itu, biar kami tau..".
Ucok :"Ach bapak ini. Banyaklah yang ku liat..
Negeri Zepang itu mazzuu sekali pak, tidak
seperti negeri kita ini..".
Bpk. :"Mazzuu bagaimana Ucok, cobalah kau
ceritakan biar kami tau..".
Ucok :"Di Zeppang itu pak.. kapas kita masukkan
keluar kain, besi kita masukkan keluar mobil".
Bpk. : (karena Ucok tidak bercerita tentang
keberhasilannya agar si bapak merasa bangga
di depan mata orang ramai, dengan nada kesal
si bapak berucap): "Mazzam-mazzam saja kau
ini Ucok!, bukan itu yang aku maksudkan. Kalau
soal masuk-memasukkan itu, sudah lamanya
aku tau.. Kumasukkan ini (?-red) keluar kau...!."
Sent by: eKetawa

Batak, Jawa, Arab ,dan Amerika

Batak, Jawa, Arab ,dan Amerika
Category: Humor Batak
Seorang lelaki Batak sedang mengadakan
perjalanan dari Jakarta ke Hawaii dengan
menumpang pesawat terbang ...
Beberapa lelaki lain duduk sejajar dengannya,
yaitu lelaki Jawa asli, Arab dan Amerika.
Pada jam makan siang, Pramugari
menghidangkan makanan pada semua
penumpang. Setelah selesai makan lelaki Batak
ini memperhatikan lelaki lain yang duduk
sejajar dengannya.
Pertama sekali dia lihat si orang Amerika
mengeluarkan selembar uang 100 dollar
Amerika, membersihkan mulut dan tangannya
dengan uang itu... kemudian dibuang...
Si orang Batak terkejut... "Bahh... kok kau
buang uang 100 dollar mu itu???"
Dengan tenangnya si Amerika menjawab
(setelah diterjemahkan..) "Ah, tenang saja
Amerika kan kaya, masih banyak dollar!!"
Seterusnya dia lihat si orang Arab, selesai
makan mengeluarkan sebotol minyak wangi
yang (pasti) mahal... menyemprotkannya ke
tangan dan dada...dan dibuang...
Si orang Batak terkejut lagi...
"Bahh... kok kau buang minyak wangi mu itu?
Kan masih banyak isinya??"
Dengan tenang si Arab menjawab (juga setelah
diterjemahkan..)
"Ah, tenang saja, kan Arab kaya, masih banyak
minyak di sana!"...
Busyet, si orang Batak terkejut setengah mati.
Akhirnya dia ambil lelaki Jawa disebelahnya dia
lempar keluar pesawat. Kali ini lelaki Amerika
dan
Arab yang terkejut...
"Kenapa kamu lempar dia??"
Dengan tenang si orang Batak menjawab,
"Ah, tenang sazza lah, Indonesia kaya, masih
banyak orang Zawa di sana..."
Sent by: eKetawa

Sinaga

Sinaga
Category: Humor Batak
Di sebuah bus jurusan Medan yang berasal dari
Solo terdapat 2 orang yang berlainan suku,
yaitu orang Batak dan orang Jawa. Semasa
dalam perjalanan mereka berdua saling
membanggakan daerah mereka masing-masing.
Si Jawa membanggakan daerahnya seperti:
banyaknya candi di jawa tengah yang sangat
terkenal.
Begitupun si Medan yang membanggakan
Danau Toba yang insah dan sangat terkenal
pula. Tidak terasa bahwa bus yang mereka naiki
akhirnya tiba di terminal bus Medan,tetapi
mereka berdua masih saja berdebat. Akhirnya
dengan berat hati mereka turun dari bus.
Begitu menjajakkan kakinya ketanah si jawa
merasa kurang enak apabila mereka belum bisa
cocok akhirnya ia minta maaf dengan
keangkuhannya tadi dan si Medanpun tidak
keberatan. Si Medan berkata
"Ngomong-ngomong dari Solo sampai ke
Medan kita belum tahu nama masing-masing".
"Oh iya benar juga", kata si Jawa.
Dan merekapun berjabat tangan dan yang mulai
menyebutkan namanya yaitu si Medan dengan
agak keras si Medan menyebutkan namanya
"Sinaga".
Mendengar kata itu si Jawa merasa kaget dan
dalam hati Ia berkata 'Udah turun masih
sombong juga' maka Ia menyebutkan namanya
"Embahe Ulo (embahnya Ular)".
Ternyata si Jawa mengira nama sinaga adalah
dibuat-buat maka ia membalas dengan
mengatakan namanya embahnya ular agar
setaraf dengan nama "NAGA".
Sent by: Agus

Pertama Kali Lihat Lift

Pertama Kali Lihat Lift
Category: Humor Batak
Seorang Batak kampung menang undian untuk
bisa ke Jakarta dengan keluarganya. Sampai di
Jakarta mereka sekeluarga pergi belanja ke
Pondok Indah Mall. mereka terheran-heran
melihat segala sesuatu di sana.
Mereka kemudian berhenti di depan dua buah
pintu perak yg bisa buka-tutup sendiri. Si anak
kemudian bertanya kepada bapaknya dgn logat
Batak
"Pak benda apa ini ?"
Si bapak pun menjawab " Bah ! mana aku tau....
seumur hidupku aku tak
pernah melihat benda seperti ini !"
Dengan masih terheran-heran, mereka melihat
seorang wanita tua menekan sebuah tombol di
depan dua buah pintu perak itu, kemudian pintu
terbuka, & wanita tua itu masuk ke dalam
ruangan kecil didalam dua pintu perak itu.
Mereka melihat lampu-lampu dengan angka-
angka menyala-nyala mulai dari yg paling kiri ke
yg paling kanan dan kemudian balik lagi ke yang
paling kiri.
Kedua pintu perak itu kemudian terbuka, dan
keluarlah seorang wanita cantik dan sexy dari
sebuah ruangan di dalam kedua pintu itu.
Si bapak kemudian berbisik kepada anaknya,
"Cepat...Panggil kau punya mamak !"
Sent by: eKetawa

Paijo Situmorang

Paijo Situmorang
Category: Humor Batak
Selesai urusan diluar negeri, Paijo kembali ke
tanah air ...
Di pesawat Paijo kebetulan bersebelahan
dengan ceweq Indonesia "kebetulan
nich, ada temen ngobrol yg ngerti bahasa gue!",
kata Paijo dalam hati
Tapi setengah perjalanan ntu ceweq kerjaannya
baca buku melulu. bingung cari kata-kata, Paijo
membuka percakapan.
Pajio: "Baca terus mbak ... mau ujian ?"
Ceweq: "Bukan mas ... lagi penelitian ..."
Paijo: "Memang mbak mahasiswa apa ?"
Ceweq: "Psikologi Sex, biar bisa gantiin
dr.Boyke .. ha haa ..."
Paijo: "Kalo boleh tahu, penelitiannya tentang
apa mbak ?"
Ceweq: "bentuk alat vital berbagai suku daerah
di Indonesia"
Paijo: "waah .. gimana tuch hasil
penelitiannya ?"
Ceweq: "Menurut pengamatan sementara,
orang Bali bentuknya paling bagus"
Paijo: "Kenapa ?"
Ceweq: "yaa .. karena orang Bali khan pintar
ukir-ukiran"
("hmm .. masuk akal juga", kata Paijo dalam
hati)
Paijo: "Kalo yang besar ?"
Ceweq: "Yang besar itu orang-orang Batak !"
(waah .. Paijo semakin antusias saja)
Paijo: "hmm ... kalo yang panjang suku apa ?"
Ceweq: "Suku Sunda .. soalnya kebiasaan pake
sarung!"
Paijo: "ooh ... eh, ngomong-ngomong belum
kenalan kita ya ?!"
Ceweq: "o iya ... saya Rini ... mas namanya
siapa ?"
Paijo: "nama saya ... ANAK AGUNG CECEP
SITUMORANG !!!"
Sent by: Ardi

Dibilang Anjing

Dibilang Anjing
Category: Humor Batak
Suatu hari seorang satpam yang berasal dari
Medan sedang berjaga di depan pintu sebuah
gudang, tiba-tiba datang seseorang dan
langsung kencing di dekat pintu tersebut.
Melihat hal tersebut si Satpam langsung naik
pitam dan membentak orang tersebut, Satpam :
"Hei, anjing!!!" (dengan logat batak yang
kental) "siapa yang suruh kau kencing di situ."
Seseorang : "Apa kau bilang? kau bilang aku
anjing?"
Satpam : "Eh! untung kau kubilang anjing, kalau
kau kubilang tai, habislah kau dimakan anjing."
Seseorang : "?????"
Sent by: Toncesette

Suami Batak Istri Jawa

Suami Batak Istri Jawa
Category: Humor Batak
Tersebutlah Pasangan suami-istri. Sang suami
Batak, dan sang istri Jawa. Mereka sedang
dalam honeymoon setelah menikah sehari
sebelumnya...
(Baca dengan dialek Batak...)
Suami : "DEK...AYOLAAAH..!!"
istri : "Aduuh bang...aku lagi datang bulaan.."
Suami : "YA SUDAHLAH...PANT** KAO PUN
JADILAH!!"
iSTRI : "Aduh baang...aku lagi ambeien.."
Suami : (kesal) "SEMPAT KAO BILANG
SARIAWAN KUTAMPAR KAO!!!"
Sent by: D-G

Ginting Beli Dawet

Ginting Beli Dawet
Category: Humor Batak
Ginting, seorang mahasiswa baru asal Medan
yang baru pertama datang ke Yogya kebetulan
pingin sekali minum minuman khas daerah
tersebut yaitu DAWET alias cendol.
Ginting: "Mbak, beli cendol.."
Mbak: "Sampun telas" (=Sudah habis)
Ginting: "Iya memang harus pake gelas.."
Mbak: "Mboten wonten" (=tidak ada)
Ginting: "Iya memang saya suka pake santen.."
Mbak (sambil kesal): "Dasar sinting"
Ginting: "Kok tahu nama saya Ginting...??"
Mbak (makin kesal): "Dasar wong edan..!!"
Ginting: "Wah mbak betul lagi..saya memang
dari Medan"
Mbak: "Dasar wong ora duwe otak...!!!"
Ginting: "Memang benar saya asli Batak."
Mbak: "Dasar budeg" (=tuli)....!!!!
Ginting: "Selain cendol saya memang suka
gudeg."
Mbak: "Sampeyan kok kurang kerjaan."
Ginting: "Benar sekali mbak teman-teman saya
kurang kerjaan, mereka sukanya baca & kirim
email...!!!"
Sent by: e-ketawa

Ojo Kesusu (Jangan Tergesa-gesa)

Ojo Kesusu (Jangan Tergesa-gesa)
Category: Humor Batak
Alkisah ada sepasang suami istri yang baru
menikah. Sicewek berasal dari keluarga Jawa
sedangkan si cowok berasal dari keluarga
Sumatra alias orang Batak.
Pada malem pertama si cowok udah nggak
tahan lagi buat ngejalanin tugasnya sebagai
suami.
Sicowok : "Dek ... cepatlah sikit, aku udah nggak
tahan nih ..." (tentu dengan eksen bataknya)
Si cewek : "Sabar toh mas ojo kesusu-susu alon-
alon asal kelakon" (jawab si cewek yang nggak
mo kalah dengan eksen jawanya yang artinya
sabar mas, jangan terburu-buru pelan-pelan
asal selamat)
Si cowok yang nggak ngerti omongan sicewek &
mendengar kata-kata itu, kembali dengan eksen
bataknya dan dengan sedikit kesel ngomong si
cowok:
"Bah... kau ini gimana sih dek, aku kan belum
pegang apa-apa, boro-boro ke susu".
Si cewek : "?!?!?!?! bengong & bingung..."
Sent by: wonokairun

Berita Bayi Lahir Tanpa Tulang

Berita Bayi Lahir Tanpa Tulang
Category: Humor Batak
Bogor (29/2/2000): Seorang bayi telah lahir
tanpa tulang di rumah sakit Bogor.
Peristiwa yang mungkin cukup langka ini
sempat menarik perhatian media cetak lokal.
Tak ayal, para wartawan pemburu berita pun
segera mendatangi rumah sakit untuk
membuktikan kebenaran kabar tersebut. Di
ruang pasien, tampak telah berkumpul keluarga
serta sanak famili dari pasien.
Sebelumnya, pihak dokter yang dimintakan
pendapatnya, tidak bisa memberikan jawaban
yang memuaskan. Bahkan meminta para
wartawan untuk menanyakan langsung ke pihak
keluarga, kenapa sampai bayi tersebut lahir
tanpa tulang.
Para wartawan pun mencoba menanyakan
langsung ke pihak keluarga, apa kira-kira yang
penyebab kelainan tersebut.
Menurut penjelasan pihak keluarga, selama
mengandung tidak menunjukkan tanda-tanda
kelainan. Beratnya normal, makannya pun juga
tidak ada yang aneh-aneh. Hanya saja, sang ibu
tidak begitu suka dengan sayur bayam.
Ketika ditanyakan apa kira-kira yang menjadi
penyebab bayi tersebut sampai lahir tanpa
tulang. Sejenak, tampak semuanya terdiam
sampai akhirnya juru bicara keluarga maju
untuk mencoba menjelaskan. Itu pun setelah
bisik-bisik dulu dengan anggota keluarga
lainnya.
"Sebenarnya, hal ini adalah urusan intern
keluarga kami. Tapi karena anda
menanyakannya, maka yang bisa saya
sampaikan adalah Tulang dari bayi ini
semuanya sedang berkumpul di Medan karena
ada acara keluarga yang tidak bisa
ditinggalkan."
Bah, orang Batak rupanya....:)
Notes:
Tulang dalam bahasa dan panggilan orang
Batak artinya Oom atau Paman.
Sent by: Rita Noorarofah

Membeli Rokok Dunhill

Membeli Rokok Dunhill
Category: Humor Batak
Seorang pemuda Batak, dengan penuh percaya
diri, mendongakkan kepala dari jendela
mobilnya, hendak membeli sebungkus rokok
"Dunhill" dari pedagang di pinggir jalan.
"Hei, tolong dulu kasi sebungkus 'dunhil'..."
katanya dengan mantapnya.
"Mas," kata si pedagang rokok mengoreksi.
"Bilangnya bukan 'dunhil', tapi 'danhil'..."
Si pemuda Batak melotot lalu berkata, "Hah,
sudah bagus kubilang 'dunhil'. Kalau kubilang
'hildun'; mau apa kau?!"
Sent by: e-ketawa

Orang Batak Medan

Orang Batak Medan
Category: Humor Batak
Seorang supir truk berpelat nomor BB berhenti
di depan gerobak penjaja minuman, di sebuah
pasar di Solo.
"Kasih dulu cendolnya, Embak.."
"Mboten enten, Mas," jawab si pedagang
perempuan dengan lembutnya. Cendol sudah
tidak ada.
"Hah, nggak pakek santen pun tak 'papalah..."
kata si supir Batak lagi dengan sedikit
memaksa.
"Sampun telas, Maaas," jawab si pedagang
perempuan lagi dengan sabarnya. Cendol sudah
habis.
"Hah, nggak pakek gelas pun tak 'papalah..."
"Dasar wong edan," gerutu si pedagang sambil
kebingungan.
"Heh?! Koq tau pulak kau kalau aku orang
Medan?!"
Sent by: e-ketawa

Bawa Oleh-Oleh Mangga dari Toba ke Bandung

Bawa Oleh-Oleh Mangga dari Toba ke
Bandung
Category: Humor Batak
Satu waktu seorang Bapak yang baru datang
dari Toba mengunjungi anaknya yang sudah
lama merantau di Bandung. Setelah beberapa
hari tinggal di rumah anaknya dia pun
bermaksud mengunjungi familinya yang tidak
jauh tinggalnya dari tempat kost anaknya di
perkampungan yang padat dan harus melewati
gang-gang. Dia pun membeli 2 kg mangga
sebagai oleh-oleh.
Di perjalananan karena gangnya memang
sempit, setiap kali dia melewati orang-orang
yang sedang duduk depan rumahnya, si Bapak
mengatakan permisi dan disahut mangga. Si
Bapak merasa heran, kok mereka tahu ya saya
bawa mangga? Lalu diberikannya sebuah
mangga kepada orang tersebut, demikian
seterusnya setiap kali dia mengatakan permisi
dan disahut mangga, dia memberikan sebuah
mangga. Sampai akhirnya habislah mangga
yang dibelinya tersebut.
Sesampai di rumah kerabatnya, dia pun
menceritakan bahwa tadinya dia membawa
mangga untuk oleh-oleh, tetapi diperjalanan
habis diminta orang-orang. Dia pun
menceritakan apa yang dialaminya dan
kerabatnya itu pun tertawa terbahak-bahak...
Sent by: e-ketawa

TAPANULI NADEGES BLOGNYA ORANG TAPANULI

Masyarakat Tapanuli juga bisa berperan dalam mengirimkan berita tentang tapanuli, baik itu budaya, adat istiadat, peristiwa alam, perjalanan, maupun karya seni seperti photo video, cerpen dll. dapat dikirimkan ke email: tapanulinadeges@gmail.com http://tapanulinadeges.blogspot.com/2013/11/mari-kirimkan-karyamu-ke-tapanuli.html

Tapanuli Tanah yang kaya dan masyarakatnya beradat
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh