jArjuna Hiqmah Lubis hanyalah seorang penjelajah alam yang mempunyai keinginan yang besar untuk mendaki dan mengekspous setiap keindahan alam dari lembah sampai puncak-puncak gunung. Dengan modal hobbi ini Arjuna sering melakukan penjelajahan baik itu kemping maupun hiking, salah satu organisasinya adalah Persatuan Anak Penjelajah Alam kota Padangsidimpuan yang biasa disingkat Tim PAPA atau PAPA Team yang didirikan di kota Padangsidimpuan pada tanggal 26 Des. 2007 silam. Arjuna hanya pendaki sederhana dan pendaki gak bermodal (karena dibanyak pendakian yang Arjuna lakukan harus naik angkot kesana kemari sebelum memulai mendaki dan tidak jarang berjalan kaki sendirian hanya untuk menyalurkan semangatnya) namun kaya dengan semangat mencintai alam terutama alam di tanah Tapanuli Padangsidimpuan.
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh
Tampilkan postingan dengan label danau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label danau. Tampilkan semua postingan
Selasa, 11 Februari 2014
Arjuna Hanya Pendaki Gunung Dari Kota Padangsidimpuan Sumatera Utara yang masih belajar, sederhana dan sering mendaki, menjelajah, kemping, hiking menyuarakan peduli lingkungan di Tanah Tapanuli
Labels:
air terjun,
danau,
edukasi,
wisata alam
Senin, 08 Juli 2013
Danau Tao
Danau Tao
Masyarakat di sekitar danau tao ini sangat ramah-ramah sekali kepada para pendatang, pada saat saya berbincang-bincang
dengan para warga masyarakat Desa Pangkal dolok ini (istilah bataknya martarombo)
ternyata masyarakat di desa ini hampir keseluruhan bermarga Harahap dan
biasanya yang nikah harahap dengan harahap, selebihnya marga rambe dan lain sebagainya.
Di desa ini ada juga makam yang usianya sudah puluhan tahun
(Bale Pondom haijuran Pulungan Harahap) katanya ini adalah makam salah satu leluhur
perintis Desa Pangkal Dolok.
Jalur akses ke danau ini bisa dikatakan mudah, jika kita memulai perjalanan dari kota Padangsidimpuan bisa menaiki bus sampai ke simpang Desa Pangkal dolok kira-kira 1jam atau sekitar 30km (ongkos Rp 10.000), dan dari simpang Desa menuju ke danau akan melewati jalan aspal disambung dengan jalan batu dan tanah sekitar 5 Km (tidak ada angkutan umum kecuali hari-hari tertentu).
Minggu, 24 Maret 2013
Danau Siais & Ikan Keramat (Ikan Jurung)
Danau Siais & Ikan Keramat (Ikan Jurung)
Jika dia memang orang Tapanuli dan Bermukim di Tapanuli
khususnya di bagian Selatan pasti nama danau siais ini tidak asing lagi (danau
ini terletak di Desa Raniate Kecamatan Angkola Barat), danau siais merupakan
danau terluas di Tapanuli bagian Selatan dibanding dengan danau tao dan danau
marsabut. Danau siais ini mamiliki pesona alam yang sangat indah karena
dikelilingi bukit-bukit apalagi di sekitar danau masih alami dan belum banyak
pemukiman penduduk . Danau ini berfungsi sebagai alat transportasi warga dan
beberapa tahun belakangan ini danau siais banyak dikunjungi para wisatawan
karena danau siais sudah di jadikan sebagai Buper (bumi perkemahan) Pramuka
di kabupaten Tapanuli Selatan, apalagi akses jalan ke lokasi danau sudah mulai
dibangun walaupun masih aspal batu. Lokasi danau ini terletak -+50 Km dari
Kecamatan Batangtoru bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum (taksi
L300) yang berloket di Raja Wali Pasar sangkumpal Bonang Kota padangsidimpaun,
namun jurusan angkutan umum ke lokasi danau masih jarang dan ongkosnya terbilang
mahal (Rp 40.000/@).
Dalam perjalanan ke danau siais dapat menikmati objek wisata
ikan keramat (ikan jurung) bahasa daerah setempat “ikan mera” apabila melewati
lajur Padangsidimpuan-Batangtoru, namun Jika melewati lajur
Padangsidimpuan-Simarpinggan kita dapat menikmati objek wisata Air Terjun Napa.
Ikan keramat di Desa Rianiate ini merupakan ikan keramat
yang sudah berpuluh tahun terdapat di sebuah sungai kecil yang akan bermuara ke
danau siais, ikan ini dikeramatkan oleh seorang Syikh yang tinggal di desa
Rianiate ini dan membangun masjid di desa ini, tepat dibelakang masjid ini
terdapat ribuan ekor ikan jurung yang keramat. Biasanya para pungunjung memberi makan
ikan ini dengan makanan ringan/ snack “Borobudur” dan “roti mari”. Ikan ini juga tidak
liar alias jinak kepada pengunjung dan terbukti pada saat masyarakat melakukan
aktivitasnya di sungai tersebut seperti mencuci, mandi dan sebagainya ikan
keramat ini berenang disekitar kaki-kaki mereka.
Tetapi ada satu hal yang harus
di waspadai apabila kita berkunjung ke abjek wisata ikan jurung ini kerena
konon katanya siapapun yang menangkap ikan jurung ini dan memakannya orang
tersebut akan mati, terbukti pada saat dilaksanakannya perkemahan pramuka di
Buper danau siais ada dua orang anggota Pramuka yang memancing ikan ini dan
memasaknya kemudian dimakan bersama seorang anggota TNI (yang bertugas
mempersiapkan perkemahan) dan kabarnya mereka masuk Rumah Sakit dan satu orang
meninggal dunia. Namun dari imformasi yang saya dapatkan ikan jurung ini boleh
di tangkap dan dimakan apabila lewat dari kawasan sungai yang di do’akan dan di
keramatkan oleh Syeikh.
Sabtu, 23 Maret 2013
Danau Buatan Ce’dam
Ce’dam ini merupakan danau buatan yang terdapat di
daerah Kecamatan sipirok, danau ini dikelilingi tanaman pinus, melinjo dan
sawit. Ce’dam merupakan salah satu tempat rekreasi yang memberikan ketenangan
bagi para pengunjung karena lokasi ini bersuhu dingin dan di naungi pohon-pohon
pinus yang tinggi menjulang yang berusia puluhan tahun. Danau buatan ini
memiliki pulau tersendiri dan memiliki air yang tenang apalagi pemandangan di
sekitar danau sangat indah sekali membuata para pengunjung betah berlama-lam
disini dan pasti akan mengunjunginya di lain waktu, seperti kata pepatah “ jika
ada sumur di lading bolehlah kita menumpang mandi jika ada umur yang panjang
bolehlah kita dating kembali”. Danau buatan ce’dam ini dapat dikunjungi dari
sipirok ataupu dari kota Padangsidimpuan yang jaraknya sekitar 25Km, karena
lokasi danau ini tepat berada di pinggir jalan raya maka dapat naik angkot dari
Sitamiang (kota Padangsidimpuan) dengan
jurusan angkot Sipirok (Rp 7000/@).
Sabtu, 16 Maret 2013
Wisata Alam Danau Marsabut
Danau Marsabut
Wisata Alam Danau Marsabut adalah wisata alam yang terletak di kawasan Kecamatan Sipirok Desa Bunga Bondar. Danau marsabut ini terletak jauh di pedalaman desa Bunga Bondar. Danau ini memiliki keunikan tersendiri karena lokasi danau yang terletak di tengah hutan sipirok. Nama danau "marsabut" ini berasal dari kata "markabut" yang artinya berkabut, karena danau ini selalu ditutupi oleh kabut sehingga danau ini terlihat angker. Di danau ini ada banyak ikan lele jumbo yang dilepaskan pada saat peresmiannya menjadi objek wisata alam oleh alm. Raja Inal Siregar. Namun kondisi danau sekarang tidak lagi terawat, jalan akses menuju danau yang dulunya aspal sekarang telah ditutupi tanaman liar, di pinggir danau juga dibangun dua pondok penatapan yang terbuat dari semen dan satu prasati disahkannya danau sebagai objek wisata namun kini telah rusak tidak terawat lagi. Masyarakat di sekitar danau ini sering datang ke danau untuk memancing ikan lele jumbo. Pada saat saya mengunjungi danau ini, saya mendapat imformasi dari masyarakat bahwa disekitar danau sering berkeliaran harimau (oppui dalam bahasa batak), setelah saya tiba di danau marsabut memang tidak ada seorangpun disana hanya ada beberapa bekas bara api dan sampah indomie. Beruntungnya saya saat tiba di pinggir danau hujan lebatpun turun dan kabut yang biasa menutupi danupun turun menghilang akibat hujan dan terlihat jelaslah indahnya permukaan danau marsabut, danau inipun berlumpur yang dalam jadi kalu mau mencuci tangan/berwudhu harus berhati-hati.
Jalur akses menuju danau inipun bisa dibilang lumayan bagus, dari pusat pasar Sipirok kita bisa menaiki angkutan umum dan turun disimpang bunga bondar (Rp 5000/@) tetapi dari simpang bunga bondar menuju kedalam tidak ada lagi angkutan umum terpaksa harus berjalan kaki lumayan mendaki selama -+2,5 jam (9 Km) atau bawa kendaraan pribadi juga bisa. Dalam perjalanan kita akan menjumpai kawasan Pesanteren Terpadu al-Aqsa.
Pada saat saya melihat pesanteren ini saya kamum dengan keberadaannya yang jauh ke pedalaman namun memiliki bangunan-bangunan yang indah sekali. Setelah melewati pesanteren -+15 menit perjalanan (jalan kaki) kita akan menemui simpang ke sebelah kanan (simpang menuju danau), kemudian memasuki simpang dan berjalan -+ 30 menit akan terlihat danau marsabut. suasana di danau ini dingin sekali jadi cocok untuk minum kopi hangat di pinggiran danau (saya membawa kompor paravin) dan makan indomie tetapi jangan lupa sampahnya di bawa kembali pulang ke "tong sampah". Setelah pulang dari danau kuputuskan untuk salat dzuhur di pesanteren al-aqsa ini ternyata arsitektur masjidnya juga tidak kalah bagus dengan di kota-kota, dengan air yang dingin menyegarkan wajahku dan sambil membersihkan diri (para santri heran dengan kedatangan ku, mungkin karena jarang orang lain yang datang untuk salat di pesanteren ini) dan setelah itu aku langsung pulang berjalan kaki menuruni jalan aspal yang semalam ku lewati. (masyarakat setempat tidak percaya kalau akau menginap semalaman dalam perjalanan menuju danau). :)
Tonton video danau marsabut bersama disini.
Tonton video danau marsabut bersama disini.
Langganan:
Postingan (Atom)
TAPANULI NADEGES BLOGNYA ORANG TAPANULI
Masyarakat Tapanuli juga bisa berperan dalam mengirimkan berita tentang tapanuli, baik itu budaya, adat istiadat, peristiwa alam, perjalanan, maupun karya seni seperti photo video, cerpen dll. dapat dikirimkan ke email: tapanulinadeges@gmail.com http://tapanulinadeges.blogspot.com/2013/11/mari-kirimkan-karyamu-ke-tapanuli.html
Tapanuli Tanah yang kaya dan masyarakatnya beradat
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh
Tapanuli Tanah yang kaya dan masyarakatnya beradat
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh























