Bismillahirrohmanirrohim

Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Kamis, 27 Juni 2013

AWAL PUASA RAMADHAN 2013: Muhammadiyah Mulai Berpuasa 9 Juli

Kamis, 13 Juni 2013, 07:34 WIB
AWAL PUASA RAMADHAN 2013: Muhammadiyah Mulai Berpuasa 9 Juli
Yusran Yunus

BISNIS.COM, JAKARTA-Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1434 Hijriyah/2013 Masehi jatuh pada Selasa Wage, 9 Juli 2013 dan 1 Syawal 1434 H/2013 M jatuh pada Kamis Wage, 8 Agustus 2013.

Penetapan itu ditetapkan oleh PP Muhammadiyah berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, ditandatangani oleh Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris umum PP Mummadiyah Danarto, seperti tertuang dalam Maklumat No.04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1434 H tertanggal 23 Mei 2013.

Menurut maklumat itu, ijtimak jelang Ramadan 1434 H terjadi pada hari Senin Pon, 8 Juli 2013 M pukul 14:15:55 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( + : : -07" 48, dan ),: 110o 21, BT ) *0o 44' 59" (hilal sudah wujud). Pada saat Matahari terbenam tanggal 8 Juli 2013 M (hari Senin), di sebagian wilayah barat. Kemudian, Indonesia hilal sudah wujud dan di sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud.

Dengan demikian, garis batas wujudul hilal melewati wilayah Indonesia dan membagi wilayah Indonesia menjadi dua bagian.


"1 Ramadhan 1434 H jatuh pada Selasa Wage, 9 Juli 2013".


Selain itu, ijtimak jelang Syawal 1434 H terjadi pada hari Rabu Pon, 7 Agustus 2013 M pukul 04:52:19 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( 0 : -07" 48, dan l": l l0o 21, BT ) : *03o 54' ll" (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam matahari itu, bulan berada di atas ufuk.


"1 Syawal 1434 H jatuh pada Kamis Wage, 8 Agustus 2013".


Berdasarkan penetapan ini, kemungkinan akan terjadi perbedaan awal puasa Ramadhan.

Sebelumnya, Badan Hisab Rukyat Provinsi Sumatra Utara telah memutuskan awal Ramadhan 1434 Hijriyah/2013 Masehi jatuh pada Rabu, 10 Juli 2013 dan 1 Syawal 1434 H/2013 M jatuh pada Kamis, 8 Agustus 2013. Meskipun demikian, Badan Hisab Rukyat (BHR) Sumut mengimbau umat Islam untuk menunggu sidang itsbat Menteri Agama RI.

"Penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal tetap saja ada potensi perbedaan. Namun masyarakat diimbau dapat menyikapi perbedaan itu secara arif dan bijaksana. Jangan sampai ada keributan dan konflik," kata H.Arso, Ketua BHR Sumut.

Dalam keterangan pers di laman Kemenag Sumut, Ketua Badan Hisab Rukyat Sumut, H.Arso mengatakan awal Ramadhan 1434 H jatuh pada Rabu, 10 Juli 2013 berdasarkan pada ijtimak awal Ramadhan 1434 H terjadi pada Senin, 8 Juli 2013 pukul 4j 14m 05d WIB.

"Ketika matahari terbenam pada hari terjadinya ijtimak, di seluruh Indonesia tinggi hilal antara : -000 47’ 19” s.d. +000 16’ 51” (belum memenuhi kriteria imkan rukyat +20) berdasarkan pada ikmal Sya’ban 1434 H," katanya.

Dia menambahkan adapun 1 Syawal 1434 H jatuh pada Kamis, 8 Agustus 2013 berdasarkan ijtimak awal Syawal 1434 H terjadi pada Rabu, 7 Agustus 2013 pukul 04j 05m 33d WIB.

"Ketika matahari terbenam pada hari terjadinya ijtimak, di seluruh Indonesia tinggi hilal sudah berada di atas ufuk antara : +010 59’ 45” s.d. +030 23’ 09” (telah mencapai kriteria imkan rukyat +020) berdasarkan pada kriteria imkan rukyat," tuturnya.


BACA JUGA:


Kemungkinan Ada Perbedaan di awal Ramadhan, Lebaran Bareng
Puasa 10 Juli, Lebaran 8 Agustus

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Rabu, 26 Juni 2013

Gua Tuk-tuk di Padang Lawas Utara

Gua tuk-tuk inilah nama gua yang terletak di hutan lindung di Kabupaten Paluta (Padang Lawas Utara), gua ini adalah gua alami yang masih jarang di kunjungi manusia tetapi akses menuju ke gua ini sangatlah mudah (jika goa ini ada di salah satu kota besar Indonesia, pasti gua ini akan menjadi Primadona Wisata alam yang tidak kalah dengan objek wisata lainnya yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitarnya), gua ini memiliki fungsi antara lain sebagai sarang burung layang-layang. gua tuk-tuk di Paluta ini sangat indah sekali, jika harus terus terang goa Tuk-tuk ini jauh lebih indah dan luas dibandingkan dengan gua aek badak meskipun keindahan itu relatif bagi semua orang, kenapa saya katakan indah,,, karena:
1. Gua ini memiliki bibir goa yang sangat besar dan indah (diameter _+ 15m)
2. Gua ini adalah gua alami yang bersih, rata-rata lantainya kering dan memiliki banyak lorong-lorong.
3. Ada dua goa yang saling berdekatan,
 a. Gua Diagonal yang dalamnya memiliki celah-celah indah yang bisa dimasuki manusia.
 b. Gua Horizontal yang memiliki kedalaman puluhan meter dan tembus menuju goa vertikal (jadi apabila kita ingin mencapai ujung gua kita harus menggunakan tali)
4. Letak goa yang jauh dari pemukiman _+ 4km, namun bisa ditempuh denga roda dua dengan jalan tanah kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama -+ 15menit.
5. Lokasi gua yang sangat alami ditengah rimba raya.

Itulah beberapa keindahan gua Tuk-tuk, dan masih banyak lagi yang tidak tertuliskan, saya harap keindahan gua ini bisa dinikmati banyak orang dan harapan ini akan terlaksana jika didengar dan dilaksanakan masyarakat dan Pemerintah kab. Paluta khususnya di Desa, Simaninggir.
Di dalam gua juga terdapat banyak sekali kelelawar dan katak yang unik yang siap menyambar tubuh kita :-). Jadi bagi siapapun yang ingin kesana persiapkan masker dan jangan lupa alat penerangan satu lagi yang tidak kalah penting harus ada yang memandu menuju gua (yang sudah pernah ke gua tuk-tuk) karena lokasi goa yang masih alami dan disekitarnya hutan kemungkinan besar akan salah arah dan pasti merasa senang dengan pengalaman susur gua tuk-tuk.
 berikut saya lampirkan photo-photo keadaan gua Tuk-tuk di Paluta Sumatera Utara indonesia.







































adapun nama goa tuk-tuk ini berasal dari suara batu yang ada di depan mulut goa yang berbunyi kira-kira tuk-tuk-tuk... jika di injak. Itulah nama yang tepat untuk gua ini yang terpintas dipikiranku saat menginjak kepingan batu besar hendak pulang meninggalkan lokasi gua.

TAPANULI NADEGES BLOGNYA ORANG TAPANULI

Masyarakat Tapanuli juga bisa berperan dalam mengirimkan berita tentang tapanuli, baik itu budaya, adat istiadat, peristiwa alam, perjalanan, maupun karya seni seperti photo video, cerpen dll. dapat dikirimkan ke email: tapanulinadeges@gmail.com http://tapanulinadeges.blogspot.com/2013/11/mari-kirimkan-karyamu-ke-tapanuli.html

Tapanuli Tanah yang kaya dan masyarakatnya beradat
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh