Bismillahirrohmanirrohim

Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Minggu, 14 Juli 2013

20 Mukjizat Puasa terhadap Kesehatan Manusia


Penulis: widodo
Berbagai
penelitian telah mengungkap
adanya mukjizat puasa ditinjau
dari perpekstif medis modern.
Dalam penelitian ilmiah, tidak
ditemukan efek merugikan dari
puasa Ramadhan pada jantung,
paru, hati, ginjal, mata, profil
endokrin, hematologi dan fungsi
neuropsikiatri.
Penelitian meta analisis atau
penelitian terhadap berbagai
Abstrak Terkait ini diperoleh dari
Medline dan jurnal lokal di
negara-negara Islam 1960-2009.
Seratus tiga belas artikel yang
memenuhi kriteria untuk
pemilihan kertas dikaji secara
mendalam untuk mengidentifikasi
rincian bahan terkait.
Hasilnya, terdapat manfaat luar
biasa dan tidak disangka
sebelumnya oleh para ilmuwan
tentang adanya mukjizat puasa
Ramadhan bagi kesehatan
manusia. Meskipun puasa
Ramadhan aman untuk semua
orang sehat dan beberapa kondisi
sakit tertentu, namun dalam
keadaan penyakit tertentu
seseorang harus berkonsultasi
dengan dokter dan mengikuti
rekomendasi ilmiah.
Bulan Ramadhan adalah bulan
yang paling dinanti oleh umat
muslim. Saat itu, dianggap
sebagai bulan yang penuh berkah
dan rahmah. Semua umat muslim
yang sehat dan sudah akil balik
diwajibkan untuk berpuasa
sebulan penuh. Meskipun untuk
sebagian orang ibadah puasa
cukup berat, tetapi terdapat
keistimewaan untuk mendapatkan
hikmah dari Allah berupa
kebahagian, pahala berlipat, dan
bahkan suatu muhjizat dalam
kesehatan.
Allah berjanji akan memberikan
berkah kepada orang yang
berpuasa. Seperti ditegaskan
sabda Nabi Muhammad SAW yang
diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan
Abu Nu'aim: "Berpuasalah maka
kamu akan sehat." Dengan
berpuasa, akan diperoleh manfaat
secara biopsikososial berupa
sehat jasmani, rohani dan sosial.
Rahasia kesehatan yang dijanjikan
dalam berpuasa inilah yang
menjadi daya tarik ilmuwan untuk
meneliti berbagai aspek
kesehatan puasa secara
psikobiologis, imunopatofisilogis
dan biomolekular.
Para pakar nutrisi dunia
mendefinisikan puasa atau
kelaparan (starvasi) sebagai
pantangan mengkonsumsi nutrisi
baik secara total atau sebagian
dalam jangka panjang atau jangka
pendek. Sedangkan konsep puasa
dalam Islam secara substansial
adalah menahan diri tidak makan,
minum dan berhubungan suami
istri mulai terbit fajar hingga
terbenam matahari dengan
disertai niat. Sehingga puasa
memiliki perbedaan dibandingkan
starvasi biasa.
Inilah 20 Mukizat Puasa
Terhadap Kesehatan Manusia
1. Keseimbangan anabolisme dan
katabolisme
Berbeda dengan kelaparan atau
starvasi dalam berbagai bentuk
dapat mengganggu kesehatan
tubuh. Namun sebaliknya, dalam
puasa ramadhan terjadi
keseimbangan anabolisme dan
katabolisme yang berakibat asam
amino dan berbagai zat lainnya
membantu peremajaan sel dan
komponennya memproduksi
glukosa darah dan mensuplai
asam amino dalam darah
sepanjang hari. Cadangan protein
yang cukup dalam hati karena
asupan nutrisi saat buka dan
sahur akan tetap dapat
menciptakan kondisi tubuh untuk
terus memproduksi protein
esensial lainnya seperti albumin,
globulin dan fibrinogen. Hal ini
tidak terjadi pada starvasi jangka
panjang, karena terjadi
penumpukan lemak dalam jumlah
besar, sehingga beresiko terjadi
sirosis hati. Sedangkan saat puasa
di bulan ramadhan, fungsi hati
masih aktif dan baik.
2. Tidak akan mengakibatkan
pengasaman dalam darah .
Kemudian juga berbeda dengan
starvasi, dalam puasa Islam
penelitian menunjukkan asam
amino teroksidasi dengan pelan
dan zat keton tidak meningkat
dalam darah sehingga tidak akan
mengakibatkan pengasaman
dalam darah.
3. Tidak berpengaruh pada sel
darah manusia
Dalam penelitian, saat puasa
tidak berpengaruh pada sel darah
manusia & tidak terdapat
perbedaan jumlah retikulosit,
volume sel darah merah serta
rata-rata konsentrasi hemoglobin
(MCH, MCHC) dibandingkan
dengan orang yang tidak
berpuasa.
4. Puasa pada penderita diabetes
tipe 2 tidak berpengaruh
Puasa ramadhan pada penderita
diabetes tipe 2 tidak berpengaruh
dan tidak terdapat perbedaan
protein gula, protein glikosilat
dan hemoglobin glikosilat. Namun
pada penderita diabetes tipe
tertentu sebaiknya harus
berkonsultasi dengan dokter bila
hendak berpuasa. Diantaranya
adalah penderita diabetes
dengan keton meningkat, sedang
hamil, usia anak atau komplikasi
lain seperti gagal ginjal dan
jantung.
5. Pengaruh pada Ibu hamil dan
menyusui
Terdapat sebuah penelitian puasa
pada ibu hamil, ibu menyusui,
dan kelompok tidak hamil dan
tidak menyusui di perkampungan
Afika Barat. Ternyata dalam
penelitian tersebut disimpulkan
tidak terdapat perbedaan kadar
glukosa serum, asam lemak bebas,
trigliserol, keton, beta hidroksi
butirat, alanin, insulin, glucagon
dan hormon tiroksin.
6. Pengaruh pada janin saat ibu
hami berpuasa
Penelitian di Departemen Obstetri
dan Ginekologi dari Gaziantep
University Hospital, terhadap 36
wanita sehat dengan kehamilan
tanpa komplikasi berturut-turut
dari 20 minggu atau lebih, yang
berpuasa selama bulan
Ramadhan untuk mengevaluasi
efek Ramadan pada janin,
pengukuran Doppler
ultrasonografi dalam peningkatan
diameter biparietal janin (BPD),
peningkatan panjang tulang paha
janin (FL), meningkatkan berat
badan diperkirakan janin (EFBW),
profil biofisik janin (BPP), indeks
cairan amnion (AFI), dan rasio
arteri umbilikalis sistol / diastol
(S / D) rasio.
Kortisol serum ibu, trigliserida,
kolesterol total, low-density
lipoprotein (LDL), high density
lipoprotein (HDL), very Low
density lipoprotein (VLDL), dan
LDL / HDL rasio juga dievaluasi
sebelum dan sesudah Ramadhan.
Hasil penelitian menunjukkan,
tidak ada perbedaan signifikan
yang ditemukan antara kedua
kelompok untuk usia janin, berat
badan ibu, perperkiraan kenaikan
berat badan janin (EFWG), BPP
janin, AFI, dan rasio arteri
umbilikalis S / D.
7. Penurunan glukosa dan berat
badan
Studi kohort dilakukan pada 81
mahasiswa Universitas Teheran of
Medical Sciences saat berpuasa.
Dilakukan evaluasi berat badan,
indeks massa tubuh (BMI),
glukosa, trigliserida (TG),
kolesterol, lipoprotein densitas
rendah (LDL), high density
lipoprotein (HDL), dan Very Low
density lipoprotein (VLDL),
sebelum dan sesudah Ramadhan.
Studi ini menunjukkan bahwa
puasa Ramadhan menyebabkan
penurunan glukosa dan berat
badan. Meskipun ada penurunan
yang signifikan dalam frekuensi
makan, peningkatan yang
signifikan dalam LDL dan
penurunan HDL tercatat pada
bulan Ramadhan. Tampaknya efek
puasa Ramadhan pada tingkat
lipid dalam darah mungkin
berkaitan erat dengan pola makan
gizi atau respon kelaparan
biokimia.
8. Pengaruh pada fungsi kelenjar
gondok
Ketika berpuasa ternyata juga
terbukti tidak berpengaruh pada
fungsi kelenjar gondok manusia.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tidak terdapat perbedaan
kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin
bebas, tironin triyodium dan
hormon perangsang gondok (TSH)
pada penderita laki-laki yang
berpuasa.
9. Pengaruh pada hormon
virgisteron
Sedangkan pada penelitian
hormon wanita tidak terjadi
gangguan pada hormon
virgisteron saat melaksanakan
puasa. Tetapi, 80% populasi
penelitian menunjukkan
penurunan hormon prolaktin.
Penelitian ini menunjukkan
harapan baru bagi penderita
infertilitas atau kemandulan
wanita yang disebabkan
peningkatan hormon prolaktin.
Sehingga saat puasa, wanita tetap
berpeluang besar untuk tetap
pada kondisi subur.
10. Bermanfaat Bagi Jantung
Beberapa penelitian menyebutkan
sebenarnya tidak terdapat
perbedaan yang mencolok saat
berpuasa dibandingkan saat tidak
berpuasa. Puasa Ramadhan tidak
mempengaruhi secara drastis
metabolisme lemak, karbohidrat
dan protein. Meskipun terjadi
peningkatan serum uria dan asam
urat sering terjadi saat terjadi
dehidrasi ringan saat puasa. Saat
berpuasa ternyata terjadi
peningkatan HDL dan apoprotein
alfa1. Penurunan LDL sendiri
ternyata sangat bermanfaat bagi
kesehatan jantung dan pembuluh
darah. Beberapa penelitian
"chronobiological" menunjukkan
saat puasa Ramadhan
berpengaruh terhadap ritme
penurunan distribusi sirkadian
dari suhu tubuh, hormon kortisol,
melatonin dan glisemia. Berbagai
perubahan yang meskipun ringan
tersebut tampaknya juga
berperan bagi peningkatan
kesehatan manusia.
11. Memperbaiki dan
merestorasi fungsi dan kinerja
sel
Saat puasa terjadi perubahan dan
konversi yang masif dalam asam
amino yang terakumulasi dari
makanan, sebelum didistribusikan
dalam tubuh terjadi format ulang.
Sehingga, memberikan
kesempatan tunas baru sel untuk
memperbaiki dan merestorasi
fungsi dan kinerjanya. Pola makan
saat puasa dapat mensuplai asam
lemak dan asam amino penting
saat makan sahur dan berbuka.
Sehingga terbentuk tunas-tunas
protein , lemak, fosfat, kolesterol
dan lainnya untuk membangun
sel baru dan membersihkan sel
lemak yang menggumpal di dalam
hati. Jumlah sel yang mati dalam
tubuh mencapai 125 juta
perdetik, namun yang lahir dan
meremaja lebih banyak lagi.
12. Sangat efektif meningkatkan
konsentrasi urin dalam ginjal
serta meningkatkan kekuatan
osmosis urin
Penghentian konsumsi air selama
puasa sangat efektif
meningkatkan konsentrasi urin
dalam ginjal serta meningkatkan
kekuatan osmosis urin hingga
mencapai 1000 sampai 12.000 ml
osmosis/kg air. Dalam keadaan
tertentu hal ini akan memberi
perlindungan terhadap fungsi
ginjal. Kekurangan air dalam
puasa ternyata dapat
meminimalkan volume air dalam
darah. Kondisi ini berakibat
memacu kinerja mekanisme lokal
pengatur pembuluh darah dan
menambah prostaglandin yang
pada akhirnya memacu fungsi dan
kerja sel darah merah.
13. Dalam keadaan puasa
ternyata dapat meningkatkan
sistem kekebalan tubuh
Penelitian menunjukkan saat
puasa terjadi peningkatan limfosit
hingga sepuluh kali lipat. Kendati
keseluruhan sel darah putih tidak
berubah ternyata sel T mengalami
kenaikkan pesat. Pada penelitian
terbaru menunjukkan bahwa
terjadi penurunan kadar apo-
betta, menaikkan kadar apo-alfa1
dibandingkan sebelum puasa.
Kondisi tersebut dapat
menjauhkan serangan penyakit
jantung dan pembuluh darah.
14. Penurunan berbagai hormon
salah satu rahasia hidup jangka
panjang
Penelitian endokrinologi
menunjukkan bahwa pola makan
saat puasa yang bersifat rotatif
menjadi beban dalam asimilasi
makanan di dalam tubuh.
Keadaan ini mengakibatkan
penurunan pengeluaran hormon
sistem pencernaan dan insulin
dalam jumlah besar. Penurunan
berbagai hormon tersebut
merupakan salah satu rahasia
hidup jangka panjang.
15. Bermanfaat dalam
pembentukan sperma
Manfaat lain ditunjukan dalam
penelitian pada kesuburan laki-
laki. Dalam penelitian tersebut
dilakukan penelitian pada hormon
testoteron, prolaktin, lemotin, dan
hormon stimulating folikel (FSH),
Ternyata hasil akhir kesimpulan
penelitian tersebut puasa
bermanfaat dalam pembentukan
sperma melalui perubahan
hormon hipotalamus-pituatari
testicular dan pengaruh kedua
testis.
16. Bermanfaat untuk penderita
radang persendian (encok) atau
rematoid arthritis
Manfaat lain yang perlu
penelitian lebih jauh adalah
pengaruh puasa pada
membaiknya penderita radang
persendian (encok) atau rematoid
arthritis. Parameter yang diteliti
adalah fungsi sel penetral
(netrofil) dan progresifitas klinis
penderita. Penelitian tersebut
menyimpulkan bahwa terdapat
korelasi antara membaiknya
radang sendi dan peningkatan
kemampuan sel penetral dalam
membasmi bakteri.
17. Memperbaiki hormon
testoteron dan performa seksual
Dalam sebuah jurnal endokrin
dan metabolisme dilaporkan
penelitian puasa dikaitkan
dengan hormon dan kemampuan
seksual laki-laki. Penelitian
tersebut mengamati kadar
hormon kejantanan (testoteron),
perangsang kantung (FSH) dan
lemotin (LH). Terjadi perubahan
kadar berbagai hormon tersebut
dalam tiap minggu. Dalam tahap
awal didapatkan penurunan
hormon testoteron yang berakibat
penurunan nafsu seksual tetapi
tidak menganggu jaringan
kesuburan. Namun hanya bersifat
sementara karena beberapa hari
setelah puasa hormon testoteron
dan performa seksual meningkat
pesat melebihi sebelumnya
18. Memperbaiki kondisi mental
secara bermakna
Seorang peneliti diMoskow
melakukan penelitian pada seribu
penderita kelainan mental
termasuk skizofrenia. Ternyata
dengan puasa sekitar 65%
terdapat perbaikan kondisi
mental yang bermakna. Berbagai
penelitian lainnya menunjukkan
ternyata puasa Ramadhan juga
mengurangi risiko kompilkasi
kegemukan, melindungi tubuh
dari batu ginjal, meredam gejolak
seksual kalangan muda dan
penyakit lainnya yang masih
banyak lagi.
19. Peningkatan komunikasi
psikososial baik dengan Allah
dan sesama manusia
Manfaat puasa bagi kehidupan
psikososial memegang peranan
penting dalam kesehatan
manusia. Dalam bulan puasa
terjadi peningkatan komunikasi
psikososial baik dengan Allah dan
sesama manusia. Hubungan
psikologis berupa komunikasi
dengan Allah akan meningkat
pesat, karena puasa adalah bulan
penuh berkah. Setiap doa dan
ibadah akan berpahala berlipat
kali dibandingkan biasanya.
Bertambahnya kualitas dan
kuantitas ibadah di bulan puasa
akan juga meningkatkan
komunikasi sosial dengan sesama
manusia baik keluarga, saudara
dan tetangga akan lebih sering.
Berbagai peningkatan ibadah
secara langsung akan
meningkatkan hubungan dengan
Pencipta dan sesamanya ini akan
membuat jiwa lebih aman, teduh,
senang, gembira, puas serta
bahagia.
20. Menurunkan adrenalin
Keadaan psikologis yang tenang,
teduh dan tidak dipenuhi rasa
amarah saat puasa ternyata dapat
menurunkan adrenalin. Saat
marah terjadi peningkatan jumlah
adrenalin sebesar 20-30 kali lipat.
Adrenalin akan memperkecil
kontraksi otot empedu,
menyempitkan pembuluh darah
perifer, meluaskan pembuluh
darah koroner, meningkatkan
tekanan darah arterial dan
menambah volume darah ke
jantung dan jumlah detak
jantung. Adrenalin juga
menambah pembentukan
kolesterol dari lemak protein
berkepadatan rendah. Berbagai
hal tersebut ternyata dapat
meningkatkan resiko penyakit
pembuluh darah, jantung dan
otak seperti jantung koroner,
stroke dan lainnya.
Berbagai kajian ilmiah melalui
penelitian medis telah
menunjukkan bahwa ternyata
puasa sebulan penuh saat bulan
ramadhan bermanfaat sangat luar
biasa bagi tubuh manusia.
Sebaliknya banyak penelitian
menunjukkan bahwa puasa
berbeda dengan starvasi biasa,
secara umum tidak akan
mengganggu tubuh manusia.
Dalam mencermati temuan ilmiah
tersebut akan lebih diyakini
bahwa berkah kesehatan yang
dijanjikan dalam berpuasa
ternyata bukan sekedar teori dan
opini. Manfaat puasa bagi
kesehatan sebagian telah terbukti
secara ilmiah. Wajar saja, bahwa
puasa adalah saat yang paling
dinantikan oleh kaum muslim
karena memang terbukti secara
ilmiah menjanjikan berkah dan
mukjizat dalam kesehatan
manusia.

dikutip dari kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAPANULI NADEGES BLOGNYA ORANG TAPANULI

Masyarakat Tapanuli juga bisa berperan dalam mengirimkan berita tentang tapanuli, baik itu budaya, adat istiadat, peristiwa alam, perjalanan, maupun karya seni seperti photo video, cerpen dll. dapat dikirimkan ke email: tapanulinadeges@gmail.com http://tapanulinadeges.blogspot.com/2013/11/mari-kirimkan-karyamu-ke-tapanuli.html

Tapanuli Tanah yang kaya dan masyarakatnya beradat
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh