Bismillahirrohmanirrohim

Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Kamis, 28 Maret 2013

Galeri Perjuangan Sisingamangaraja XII Diresmikan Di Museum Batak


Sabtu, 19 Januari 2013 12:05 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol
Frian Rumaijuk
TRIBUN-MEDAN.com, TOBASA - Sejarah
perjuangan Raja Batak dan pahlawan nasional
dari tanah Toba, Sumatera Utara
Sisingamangaraja XII, melawan penjajahan
oleh Belanda kini dituangkan dalam bentuk
galeri dan lukisan. Jenderal (purn) TB Silalahi
menempatkan galeri yang dinamai The Battle
Of Sisingamangaraja XII itu di lantai II
Museum Batak di TB Silalahi Center, Balige,
Tobasa, Provinsi Sumut.
Peresmian galeri ini dilaksanakan dengan
menghadirkan keturunan Raja
Sisingamangaraja XII, Raja Tonggo, yang
sekaligus dilaksanakan acara adat dan
pagelaran seni lokal, Sabtu (19/1/2013).
Berbagai pertunjukan kesenian termasuk tor-
tor dari perwakilan sekolah di Kawasan Danau
Toba dihadirkan. Termasuk tor-tor, tumba, dan
lagu-lagu perjuangan Bangsa Batak.
Disampaikan TB Silalahi, galeri tersebut dibuat
untuk menggambarkan sejarah perjuangan
Sisingamangaraja XII melawan Belanda. Dan
digambarkan, bagaimana ia sendiri melakukan
perlawanan dan melumpuhkan penjajahan
Belanda. Bahkan, ia juga tertembak saat
melakukan perlawanan kepada penjajah.
Namun tidak mengalami luka berarti.
Disampaikan juga, bahwa sebelumnya
Sisingamangaraja XII pernah berlatih perang
ke Aceh selama 15 tahun. "Juga belajar agama
Islam di sana, tapi dia bukan penganut agama
Islam. Raja Sisingamangaraja XII selalu
mengakui bahwa dia adalah pemimpin satu
agama, Parmalim," ujarnya. Dan
disampaikannya juga, dalam stempel
Sisingamangaraja XII ada aksara batak dan
sebagian ada tulisan Arab. Yang artinya
"Akulah Sisingamangaraja Dari Bakkara", dan
pulang dari Aceh, dibawa 31 pengawal yang
notabene adalah orang Aceh.
Sebagai pertanda Raja Sisingamangaraja
adalah raja sekaligus pemimpin agama,
disebut "Raja Bolon Ulubalang". Yang ditandai
dengan ikatan penutup kepala dengan
kombinasi warna merah, dan putih. Meliuk di
kepala seperti sebuah sanggul, menutup
kepala.
Pada peresmian galeri ini, disampaikan juga
adanya satu lukisan perjuangan
Sisingamangaraja dalam ukuran besar, dan
dilukis pelukis ternama dari China. Dan
langsung dihadirkan di Sumatera Utara untuk
melihat langsung kondisi ke kinian Sumut. "Ku
bawa dia (pelukis) keliling asal usul
perjuangan bangsa Batak," ujarnya.
Kemudian, dalam proses melukis, TB Silalahi
banyak menceritakan perjuangan raja batak itu
kepada sang pelukis. "Lukisan ini berbiaya Rp
1,5 miliar, dan menjadi lukisan kedua tentang
Raja Sisingamangaraja XII," ujarnya.
Disinggungnya dengan pemberian nama galeri
dalam bahsa Inggris, karena ia berharap
dengan demikian, galeri tersebut akan
mendunia. Sebagaimana Museum Batak yang
diresmikan Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono pada 18 Januari 2011 silam telah
menduia. "Orang-orang batak di dunia telah
bangga memiliki museum batak ini, semoga
dengan ini akan semakin besar potensi
kunjungan wisatawan ke daerah ini," ujarnya.
(afr/tribun-medan.com)
Penulis : Adol Frian Rumaijuk
Editor : Raden Armand Firdaus
Source : Tribun Medan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAPANULI NADEGES BLOGNYA ORANG TAPANULI

Masyarakat Tapanuli juga bisa berperan dalam mengirimkan berita tentang tapanuli, baik itu budaya, adat istiadat, peristiwa alam, perjalanan, maupun karya seni seperti photo video, cerpen dll. dapat dikirimkan ke email: tapanulinadeges@gmail.com http://tapanulinadeges.blogspot.com/2013/11/mari-kirimkan-karyamu-ke-tapanuli.html

Tapanuli Tanah yang kaya dan masyarakatnya beradat
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh